468x60 Ads

Mesjid Raya Bogor Puncak Bendungan Jati Luhur Purwakarta Wisata Outbond Cikole Lembang Wisata Pantai Tanjung Pakis Karawang Waterfall Cigentis Karawang
Showing posts with label Otomobike. Show all posts
Showing posts with label Otomobike. Show all posts

Sunday, 3 March 2013

Ukuran dan Cara Pakai Helm yang Benar

http://2.bp.blogspot.com/_xwOJ6zpMRys/SiVSQOjOOEI/AAAAAAAAAB4/Ew2bfkTGr4Q/s320/1520404p.jpg
Pemakaian helm yang benar tak sekadar asal masuk di kepala. Bahkan saya pernah melihat ada yang sampai "ngelewer" busa dalam helmnya pada keluar. Sekalipun kepala sudah terlindungi, namun kalau longgar malah berbahaya. Agar tidak sampai goyang-goyang, ada beberapa bagian dari kepala yang harus pas dengan helm. 
Kemudian, helm itu sendiri punya ukuran yang kodenya sama seperti di baju. Semisal, untuk ukuran S bila dikonversi ke angka jatuhnya 13 1/2. Hanya, di helm tidak ada ukuran all size. Bagian kepala melekat rapat Pada helm terdapat label ukuran mulai dari XS, S, M, L, XL, dan XXL. Huruf-huruf tersebut bukan menandakan besarnya benda pelindung kepala itu, melainkan lingkar rongga helm yang disesuaikan dengan lingkar kepala si pemakai. Ukuran "S" direkomendasi untuk yang mempunyai lingkar kepala 56-57 cm, sedangkan "M" = 58 cm, "L" = 59-60 cm, "XL" = 61-62 cm, dan "XXL" = 62-64 cm. "Sejumlah produk di berbagai negara, ada yang beda tapi sedikit. Seperti 'S' ada juga yang 59 cm dan 'L' ada yang 61 cm," ungkap Hendry Tejakusuma, Direktur PT Dinaheti Motor Industri (DMI), produsen helm MDS dan KYT.
Pemakaian helm dengan ukuran yang benar bisa dilihat dari beberapa indikasi. Pertama, katanya semua permukaan melekat rapat di kepala, tetapi tidak sampai terasa sakit atau dipaksa masuk. Kemudian, tidak terlalu menekan, juga jangan terlalu longgar. Ketika kepala masuk, pipi sedikit seperti tertekan (jangan sampai menggangu konsentrasi). Setelah itu, coba dorong ke kiri dan kanan, jika bergesernya dengan mudah berarti ukurannya kebesaran. Satu lagi, coba dorong helm (pakai jempol dari bawah dagu) dan tarik. Jika goyangannya lebih dari 45 derajat, berarti ukurannya terlalu besar alias longgar. Terakhir, rasakan pandangan mata. Gerakkan mata ke kiri dan kanan, jika ada yang mengganggu, itu menandakan bahwa ukurannya kebesaran. 
Semoga bermanfaat.
Sumber : Forum Yamaha


Monday, 25 February 2013

Kopling Non Full Clutch


Yang dimaksud kopling non full clutch adalah kopling biasa yang ada di motor bebek. Kopling ini biasanya tidak memerlukan tuas kopling pada setang. Kalaupun ada, tuas kopling ini hanya bertugas meringankan saja. Kopling ini sering disebut sebagai kopling ganda atau kopling banci.

Pernahkah anda berpikir disaat motor dalam keadaan hidup dan berhenti tapi gigi masuk? Dimanakah aliran transmisi berputar? Kalau pada motor full clucth, kondisi ini akan tidak terjadi. Karena mesin langsung mati. Mengapa mesin mati ? Karena putaran magnet berhenti disebabkan poros kruk-as berhenti. Poros kruk-as berhenti karena tertahan kopling yang berhenti putar. Kopling berhenti berputar karena tertahan oleh gigi2 transmisi yang berhenti.

Pada motor bebek, motor tetap bisa hidup walau gigi masuk dan dalam keadaan berhenti. Kenapa yah? Dimanakah terputusnya aliran putaran mesin???

Pada keadaan hidup berarti poros kruk as berputar. Putaran kruk-as ini (lihat gambar diatas) memutar “clutch carrier assy” yang no 11. Somehow pada rpm rendah “clutch carrier assy” tidak memutar drum tapi pada rpm tinggi “clutch carrier assy” akan memutar drum. Drum selanjutnya memutar gear primary drive yang no 1. Gear ini akan memutar mangkuk kopling melalui primary driven gear yang no 16. Mangkuk kopling memutar 5 buah kampas kopling ( no 19). 5 buah kampas kopling ini menjepit 4 buah plat kopling(no 18). Kampas kopling menjepit plat kopling karena tertekan oleh tutup mangkuk kopling (no 20) yang tertekan oleh per (no 21) . Jadi putaran kampas kopling akhirnya memutar plat kopling. Plat kopling akhirnya memutar rumah kopling (Boss, clutch no 17). Rumah kopling inilah yang pada akhirnya memutar gigi-gigi penggerak roda.

Nah yang saya masih bingung adalah :
Somehow pada rpm rendah “clutch carrier assy” tidak memutar drum tapi pada rpm tinggi “clutch carrier assy” akan memutar drum.

Saya tidak melihat adanya tuas untuk “memekarkan” clutch carrier assy sehingga menempel drum dengan ketat/keras. Kembali ke peristiwa yang terjadi, motor dengan gigi masuk tetap hidup dan berhenti asal bukaan gas rendah atau rpm rendah. Jika gas dibuka maka motor mulai berjalan atau clutch carrier assy mulai memutar drum. Jadi sepertinya clutch carrier assy itu sensitif dengan rpm. Sepertinya mekarnya clutch carrier assy disebabkan oleh gaya sentrifugal dari putaran kruk-as !.

Terus bagaimana kalau mesin mati tapi kunci kontak on kemudian didorong dan dimasukan pada gigi 3 atau gigi 4 kok bisa menghidupkan mesin? Bukankah dalam keadaan mati poros kruk-as tidak berputar sehingga clutch carrier assy tidak mekar? Nah loh? Penjelasan logisnya adalah magnet terpasang pada poros as melalui semacam fly-wheel dan magnet juga terhubung dengan gear-gear penggerak roda (bukan final gear yah).

Apa sih gunanya tuas kopling yang disetang? Tuas kopling gunanya adalah untuk menarik pin no 30 yang menarik tutup mangkuk kopling (no 20) yang akhirnya melepas jepitan kampas kopling terhadap plat kopling. Sehingga transmisi terputus. Pada kopling ganda atau kopling banci mekanisme ini hanya meringankan injakan kaki pada pedal operan gigi.

Bagaimana dengan mekanisme full clutch? Mekanisme full clutch dibentuk dengan menghubungkan mati poros kruk-as dengan gear primary drive (no 1). Misalnya dengan mereplace clutch carrier assy dengan final gear depan ukuran 13 -15. Gear ini akan menjepit langsung drum. Kelemahan dari cara ini adalah gear replacement ini bisa kendor tak kuat lagi menjepit drum. Akhirnya transmisi terputus karena drum tidak berputar. Inilah masalah yang saya hadapi kemaren sehingga harus menuntun motor sejauh 2 km.

Kalau kemarin-kemarin saya cerita tentang CAGE, itu yang no 7. CAGE beserta enam buah pelor-nya (pin, dowel, no membentuk suatu bearing. Yang saya nggak ngerti kenapa tidak seperti bearing konvensional saja. Kenapa harus dari fiber?

Quiz selanjutnya? Jika crankcase kopling (tutup mesin bagian kopling) dibongkar, berapakah volume oli mesin yang diisikan kembali ? 800 cc ataukah 1 liter?

Semua mekanik berkata 800 cc! Alasannya kalau 1 liter nanti kopling selip. Saya coba search di google tapi tidak mendapat jawabnya untuk fizr (yang ada untuk karisma). Saya lihat mur kuras oli berada di ruang kruk-as dan lobang aliran oli antara ruang kopling dan ruang kruk-as tidak terletak di dasar. Jadi saat menguras oli lewat lobang mur, sebenarnya tidak semua oli di ruang kopling terkuras. Kemudian saya ingat ada pengukur oil level yang juga merupakan tutup lobang pengisian oli. Dan benar jika hanya diisi 800 cc, oil level pada keadaan terendah ! Setelah saya tambahi 200 cc baru oil level menyatakan oli penuh (bukan kepenuhan) !.
Semoga Bermanfaat.
Sumber : Forum Yamaha Motor


Safety Riding


Belakangan ini, banyak diadakan acara baik dalam bentuk seminar maupun pelatihan sehubungan dengan safety riding. Safety riding adalah berkendara dengan aman, tidak mencelakakan diri sendiri, apalagi orang lain. Tips aman berkendara ini tidak melulu berkaitan dengan apa yang dilakukan pengendara di jalan, melainkan berhubungan juga dengan persiapan matang sebelumnya.

Apa sajakah yang perlu diperhatikan seorang pengendara motor sebelum melaju di jalan?
1. Keadaan mesin. 
Jangan pernah luput memastikan bahwa sepeda motor Sobat Reader dalam keadaan prima sebelum dibawa berkeliling. Periksalah mesin, lampu, tekanan angin ban, oli dan bensin terlebih dulu.
2. Jangan tinggalkan tool kit Sobat Reader. 
Bawa semua perkakas yang Sobat Reader butuhkan sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu dengan motor Sobat Reader.
3. Siapkan helm. 
Paling tidak helm half face agar mampu melindungi kepala Sobat Reader.
4. Kenakan sarung tangan.
Kenakan sarung tangan yang menyerap keringat agar tidak licin saat Sobat Reader memegang handle motor.

5. Kenakan Sepatu.
Sebaiknya Sobat Reader memakai sepatu yang dapat melindungi kaki dengan baik.
6. Kelengkapan Pendukung dan Identitas.
Jangan lupakan kelengkapan pendukung lainnya seperti jaket, jas hujan, dan penutup hidung atau masker. Pastikan Sobat Reader membawa semua kelengkapan identitas, seperti KTP, SIM, dan STNK. 

Banyak yang menganggap persiapan di atas sepele. Padahal, demi keamanan berkendara, demi nyawa Sobat Reader dan pengendara lainnya, tak ada yang sepele.

Semoga Bermanfaat.


Friday, 25 January 2013

Motor Sport Murah Honda, Verza 150 Mulai Nampak Bentuknya!

 
 
Masih ingat dengan tulisan sebelumnya yang memuat pernyataan President Director PT Astra Honda Motor (AHM) tentang rencananya meluncurkan sepeda motor baru di bulan Januari 2013 mendatang?

Saat itu, di sela peluncuran CB150R, Yusuke Hori, President Director PT AHM mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha untuk merebut pangsa pasar sepeda motor sport dengan CB150R Streetfire dan motor sport baru yang akan diluncurkan pada Januari 2013.

Dan ini lah motor baru yang dimaksud. Foto-foto Honda Verza 150 sudah banyak beredar di sosial media, mulai Facebook hingga blog. Dari foto yang beredar besar kemungkinan kalau foto tersebut diambil ketika dilakukan shooting iklan motor ini di kawasan Braga, Bandung, Jawa Barat.

Secara desain memang tidak terlalu jelas. Tapi beberapa bagian seperti head lamp dan bagian buntut didesain mirip New MegaPro. Tapi bedanya, masih menganut double shock dan drum brake atau rem teromol di roda belakang.


Mesinnya juga diyakini mengusung jantung Honda New MegaPro. Tapi bedanya sudah akan mengusung teknologi injeksi bahan bakar. Sesuai dengan komintmen Honda yang tidak akan meluncurkan motor baru dengan teknologi karburator.

Ketika dikonfirmasi ke perwakilan PT AHM, sang narasumber tidak menampik. Malah menambahkan bila motor ini memang di setting untuk mengisi pasar motor sport entry level yang belum banyak pemainnya.

Di pasaran, kompetitornya hanya ada Suzuki Thunder 125 dan Bajaj Pulsar 135. Namun secara kapasitas mesin, motor ini unggul dengan 150 cc. Sedang harganya, dikabarnya tidak jauh dari bebek Honda yang dibanderol paling mahal.

Kalau bebek paling mahal Honda saat ini adalah Supra X 125 Helm In PGM-FI yang dijual Rp 16,22 juta. Artinya motor sport ini tidak akan jauh dari itu. Rp 16-17 juta masih oke dong!



Sumber : MotorPlus